FKIK UNSOED Gelar Konferensi Internasional Pendidikan Kesehatan Lintas Profesi, Menuju Kolaborasi Para Praktisi Kesehatan

Penyelenggaraan layanan kesehatan yang baik  sejatinya adalah sebuah layanan yang terintegrasi dari tiap-tiap praktisi kesehatan itu sendiri, seperti tenaga medis, farmasis, ahli nutrisi, perawat dan manajer kesehatan masyarakat.    Untuk menuju pemahaman tersebut, maka diperlukan suatu proses pembelajaran secara terintegrasi antar profesional di dunia kesehatan sedini mungkin, khususnya saat studi di perguruan tinggi kedokteran dan kesehatan, sehingga terbangun karakter dan kepribadian para lulusannya yang mampu bekerjasama dalam memberikan kepuasan layanan pada pelanggan.  Hal ini diungkapkan oleh Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D dalam pembukaan The 1st International Conference in Medicine and Health Science : Interprofessional Education, Walking Through Collaborative Learning to Collaborative Practice, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran & Ilmu-ilmu Kesehatan, (29/1) di Hotel Horison, Purwokerto. Ditambahkan Prof. Edy Yuwono, Ph.D., hakikat proses pembelajaran adalah bagaimana mampu mendewasakan diri melalui kemampuan berinteraksi  yang baik,  mampu bekerja dalam team work yang menekankan pada apresasi terhadap profesionalisme. Untuk itu, kapasitas tersebut seyogyanya  diintegrasikan dalam kurikulum dan diinternalisasikan dalam pelaksanaan pembelajaran di kampus, sehingga akan memudahkan melahirkan lulusan yang berkuallitas dalam bidangnya sekaligus berfikir sinergis dengan bidang-bidang yang terkait dengan dirinya.

Seminar yang akan berlangsung selama 3 hari ini, sesungguhnya mengetengahkan isu baru dalam proses pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia. Dalam rilis yang diterima oleh redaksi dari Panitia diungkapkan, Interprofesional Education merupakan hal yang masih baru di Indonesia di mana sejumlah riset menunjukkan, mereka yang telah mengalami proses pembelajaran interprofesi sejak awal pembelajaran, cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam bekerjasama dan berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem pelayanan kesehatan dengan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan melainkan juga memberikan perawatan  yang lebih baik di mana muaranya adalah pada pencapaian tingkat kepuasan pasien yang lebih baik. Melalui konferensi internasional ini, diharapkan menjadi ajang pertukaran informasi diantara para pemangku kepentingan dalam bidang kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan sehingga menginspirasi sekaligus merealisasikannya dalam proses pembelajaran di bidang keprofesian kesehatan yang lebih kolaboratif.

Tema yang diangkat dalam konferensi ini meliputi interprofessional education, clinic and patient safety, biomedical science sertacommunity health and medicine. Dalam konferensi ini, Fakultas Kedokteran & Ilmu-ilmu Kesehatan UNSOED menghadirkan sembilan pembicara, yakni Prof. Dr. Lisa Mc Kenna (Monash University, Australia), Prof. Vivian Wingyan Lee (The Chinese University of Hongkong), Prof. Dr. Iwan Dwi Prahasto (UGM), Prof. Dr. Fasich, Apt (UNAIR), Prof. Dr. Surakit Natisuwan (Mahidol University, Thailand), Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji (Lemhanas), Prof. Dr. Sunartini Hapsoro, dr. Sp.A(K) (UGM), M.Affandi, MAN (UMY) dan Prof. Dr. Umar Fahmi Achmadi (UI). Sebagai informasi, Fakultas Kedokteran & Ilmu-ilmu Kesehatan, merupakan fakultas ke-7 dari delapan fakultas yang ada di UNSOED. Di bawah kepimpinan dr. Hj. Retno Widiastuti, M.S., sebagai dekan, fakultas ini tercatat memiliki enam jurusan, yakni Kedokteran Umum, Kedokteran Gigi, Farmasi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi yang

Proficiat FKIK UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah (Wis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *