MAP Unsoed Raih Akreditasi A

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNJOGJA.COM , PURWOKERTO – Program Studi S2 Magister Ilmu Administrasi (MAP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah mendapatkan nilai Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ketua Program Studi MAP, Dr Ali Rokhman MSi mengatakan keberhasilan tersebut merupakan kerjasama semua pihak dalam pengisian borang akreditasi maupun menghadapi visitasi Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

“Kami merasa senang dan bersyukur,” katanya Rabu (1/2/2012).

Ia menambahkan standar penilaian akreditasi meliputi tujuh unsur yakni  visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian,  sistem tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, kemahasiswaan dan lulusan, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, dan penelitian, pelayanan/pengabdian  kepada masyarakat, dan kerjasama. Tim Asesor BAN-PT data ke Unsoed untuk melakukan penilaian pada tanggal 1–2 Desember 2011 lalu.

“Kami juga dinilai berhasil melakukan kerjasama internasional dengan beberapa universitas,” lanjut Ali. Ia menambahkan, ada lima mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengikuti program transfer kredit di University of Malaya, Malaysia. (*)

Penulis : Hanan Wiyoko     ||     Editor : Sulistiono
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.Selasa, Januari 31, 2012 | Posted by Editor

Magister Ilmu Administrasi Unsoed Raih Akreditasi A

PURWOKERTO – Program Studi S2 Magister Ilmu Administrasi (MAP) Fisip Unsoed Purwokerto mendapatkan nilai akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). ”Kami bersyukur dapat nilai A, berarti kerja kami bagus,” kata Dr Ali Rokhman MSi, kemarin.

Keberhasilan ini, menurutnya, berkat kerja sama semua pihak dalam pengisian borang akreditasi maupun dalam menghadapi visitasi Tim Asesor BAN-PT. Di samping itu karena staf pengajar program studi ini terdiri dari profesor dan doktor yang berkompeten di bidangnya.

Dia menjelaskan, proses akreditasi dimulai
dari pengisian borang akreditasi yang terdiri atas tujuh standar, visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian, sistem tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, kemahasiswaan, dan lulusan. Selain itu, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, dan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama.

”Kami juga dinilai berhasil melakukan kerja sama internasional dengan beberapa universitas di luar negeri baik kerja sama secara institusi maupun secara personal yang dilakukan oleh para staf pengajar, ” ujar Prof Dr Paulus Israwan, guru besar Fisip Unsoed, yang juga pendiri MAP.

Beasiswa Unggulan

MAP memberangkatkan lima mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan ke University of Malaya pada tanggal 9 September 2011. Mereka menjalani program transfer kredit nilai ujian di University of Malaya, Malaysia, selama satu semester, sebagai tindak lanjut dari kesepahaman program kerja sama antara Unsoed dan University of Malaya.

Adapun empat mahasiswa berangkat ke Filipina untuk mengikuti The 6th International Conference on Business and Management Research (ICBMR). Mereka membuat presentasi, dengan tema kebijakan dan manajemen pendidikan di Indoensia. Mereka mendapat beasiswa unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

http://koranwawasan.blogspot.com/2012/01/magister-ilmu-administrasi-unsoed-raih.html

[unsoed.ac.id, Sel, 31/1/12] Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Jenderal Soedirman mendapat akreditasi A dari BAN-PT, Januari 2012. Keberhasilan MAP UNSOED mendapatkan akreditasi A rupanya sangat dipengaruhi kekompakan semua pihak di MAP baik Pengelola, Dosen, alumni, maupun stakeholder, kelengkapan persyaratan borang yang disiapkan, serta kesiapan MAP pada saat visitasi.

Ketua Program MAP UNSOED, Ali Rokhman, Ph.D mengungkapkan bahwa proses akreditasi seperti biasa dilakukan dengan pengisian borang yaitu borang Prodi, borang pengelola, dan borang evaluasi diri beserta lampiran-lampirannya.  “Setelah pengisian borang baru ada kepastian dan layak untuk divisitasi oleh assesor” demikian kata Pak Ali Rokhman.  Keberhasilan akreditasi yang diraih MAP, sebagaimana disampaikan oleh Ali Rokhman, Ph.D sangat ditentukan oleh kekompakan dan dukungan berbagai pihak.  Pada saat assesor melakukan visitasi misalnya, alumni, stakeholder, bahkan dosen yang sedang menempuh pendidikanpun semuanya datang dan siap di MAP.  “Bahkan kami semua siap dalam penyambutan.  “Kita seperti sedang punya ‘gawe’ besar.  Kita mendapat informasi banyak dari Prof. Dr. Israwan Setyoko sehingga kita mengusahakan agar poinnya bisa empat di setiap hal yang maksimal” demikian lanjut Ali Rokhman, Ph.D

Dr. Slamet Rosyadi, salah seorang dosen MAP dikesempatan yang sama mengatakan bahwa faktor lain yang mungkin menjadikan MAP terakreditasi A adalah kerjasama luar negeri dan publikasi ilmiah.  Sebagaimana yang telah dilakukan, Mahasiswa MAP aktif mengikuti seminar internasional dan seminar nasional, tidak hanya itu, mahasiswa MAP UNSOED juga menjadi presenter bukan sekedar peserta.  “Terakhir beberapa waktu lalu 4 orang mahasiswa mengikuti Seminar Internasional di Manila, Filipina” demikian kata Dr. Slamet Rosyadi.  Mahasiswa MAP UNSOED dalam perkuliahannya juga diwajibkan untuk membaca buku dan jurnal internasional, disamping didukung untuk menulis di media masa.

Hal lain yang sangat menentukan dalam akreditasi MAP UNSOED adalah kesiapan semua lampiran borang.  Sekretaris MAP UNSOED, Drs Swastadharma, M.Si mengungkapkan bahwa pengumpulan semua syarat dilakukan secara maksimal, bahkan menghubungi sendiri pihak-pihak yang diperlukan.  Dokumen yang dibutuhkan terbagi menjadi sekitar 16an item.  “Kami pilah-pilah yang bisa kami kumpulkan dulu, dari yang termudah bahkan sampai yang tersulit” demikian ungkap Pak Swastadharma.  Pak Swastadharma dalam rangka pengumpulan dokumen tersebut bahkan tak segan-segan berangkat sendiri, bolak-balik sendiri mengurus semuanya.

Alumni MAP UNSOED juga sangat mendukung proses ini.  Tempat dan jarak yang jauh tak menghalangi mereka untuk datang pada saat visitasi akreditasi.  Hal ini terwujud karena hubungan dosen, pengelola, dan mahasiswa MAP sangat dekat hasil dari bukan saja kegiatan formal pembelajaran akan tetapi juga kegiatan-kegiatan informal.
Selamat MAP, UNSOED Maju Terus Pantang Menyerah! /hp

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *