WISUDAWAN PERIODE 13 SEPTEMBER 2017

Ya Selamat dan sukses bagi wisudawan dan wisudawati Prodi Magister Ilmu Administrasi FISIP UNSOED periode wisuda 13 September 2017 :

1. Akhmad Edi Susanto, M. Si.

2. Gugus Risdaryanto, M. Si. 

3. Guntur Gunarto, M. Si. 

4. Akhmad Ma’mun, M.Si.

5. Tri Arjo Irianto, M.Si.

6. Risson P.  Sihotang, M.Si.

7. Arief Kusnandar, M.Si.

8. Suyono, M.Si.

9. Tri Biyantoro, M.Si.

10. David Laiyan, M.Si.

11. Lilik Gunawan, M.Si.

12. Yusuf Kuncoro Adi Nugroho, M.Si.

13.  Arimurti Kriswibowo, M.Si.

14. Karsono, M.Si.

15.  Muchammad Fadlan, M.Si.

16. Alit Wiliyanto, M.Si.

17. Aspri Budi Oktavianto, M.Si.

18.  Bastiar Dwiharyatno, M.Si.

19. Bagus Prismawan, M.Si.

20. Khuswatun Chasanah, M.Si.

21. Nailul Barokah, M.Si.

22. Endah Widiyarti Kusumaningrum, M.Si.

23. R. A Ela Agustina Sari, M.Si.

24. Intiah, M.Si.

25. Chusnul Chotimah, M.Si.

26. Widhiastuti Setiyarini, M.Si.

27. Dhian Budi Asih, M.Si.

28. Nurlaili Restiana, M.Si.

29. Lia Puspitasari, M.Si.

30.  Mening Subekti,  M.Si. 

 

Seminar Nasional Dies Natalis Ke-50 UNSOED

Dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-50 UNSOED akan diselenggarakan seminar nasional bertajuk “Pengembangan Sumber Daya dan Kearifan Lokal Untuk Kemaslahatan Umat di Era Globalisasi“. Perhelatan ini akan digelar tanggal 11 September 2013 mendatang dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Prof. Dr. Suminto A Sayuti (Budayawan, Pemerhati Pendidikan dan Dosen Univ. Negeri Yogyakarta),  Prof. Dr. Bambang Setiaji (Pelaku Industri, Pembina UMKM berbasis kelapa dan Dosen Teknik Kimia UGM Yogyakarta) dan Prof. Dr. Agus Suroso (Guru Besar Ekonomi – Pedesaan UNSOED).

Untuk informasi selengkapnya silahkan klik link di bawah ini :

Semnas Dies Natalis Ke-50 UNSOED

 

Maju Terus Pantang Menyerah !

Call for Papers: Seminar Nasional Ilmuwan AN

SIMPOSIUM NASIONAL  II
ASOSIASI ILMUWAN
ADMINISTRASI NEGARA

”ETIKA ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI
FONDASI NEGARA YANG KUAT”

10 – 11  Pebruari 2012

Undangan dan Call for Papers

Carut marut negara yang melanda bangsa=bangsa dan begara di dunia, termasuk Indonesia menjadi keprihatinan. Fenomena ketidak puasan, terhadap penyelenggaran negara mulai dari kekuasaan negara, hingga kerusuhan rasial di London menjadi potret buram, bagi kehidupan se sebagian besar belahan bumi. Tak  terkecuali di Indonesia dalam eskalasi yang berbeda, namun selalu muncul ke permukaan dan menjadi persoalan serius bangsa yakni KORUPSI.

Mencari akar permasalahan Korupsi di   Indonesia diibaratkan mengurai benang kusut. Demikian parahkah Korupsi yang melanda Negara ? tidak bisakah bangsa ini keluar dari persoalan ini ? Akankah Indonesia sebagai negara Gagal? Perlukah konsen sus nasional tentang Standar Etika Penyeleng gara Negara ?
Untuk mencoba menjawab pertanyaan persoalan bangsa ini,
melalui  SIMNAS Ilmuwan Administrasi Negara, mencoba untuk memberi sumbangsih dalam memajukan Negara Indonesia, tentu saja peran serta dari para Ilmuwan Administrasi Negara diharapkan muncul gagasan, minimal memberikan ”warning”” akan bahaya korupsi yang sedemikian sistemik.
Berawal dari pemikiran dan keprihatinan terhadap masalah – masalah penyelengaran negara SIMNAS II ASIAN mengangkat tema :
” Etika Administrasi Negara Sebagai Fondasi Negara Yang Kuat ”

SUBTEMA :
SIMNAS II ASIAN mengaji berbagai permasalahan yang terkait dengan tema diatas dari berbagai perspektif disiplin ilmu Administrasi dengan Subtema sebagai berikut :
1. Reformasi Birokrasi & SDM
2. Kebijakan Publik
3. Manajemen  Potensi Daerah

PELAKSANAAN :
Simnas akan diselenggarakan selama dua hari :
Hari​: Jum’at dan Sabtu
Tanggal​:  10 –  11 Pebruari 2012
Tempat​: Gedung Pascasarjana  Universitas
Slamet  Riyadi Surakarta   (SOLO)
Keynote Speaker :
Mantan Wapres 2005 – 2009,Bapak Yusuf Kalla *

Panitia Simnas mengundang para Ilmuwan Administrasi Negara di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam Simposium ASIAN ini, sebagai pemakalah, maupun sebagai peserta, baik akademisi maupun prktisi.

TAHAPAN ACARA SEBAGAI  :
1. Batas penerimaan abstrak paling lambat 10
Desember  2011
2. Batas penerimaan makalah paling lambat 10
Januari 2012
3. Simposium terdiri dari sesi pleno dan sesi
paralel.
4. Launching  Buku : ‘ Ide – Ide Untuk Pemantapan Jati Diri Ilmu Administrasi Negara (Kumpulan hasil SIMNAS I  yang dilaksanakan di UNY tahun 2011)

BIAYA PENDAFTARAN :
1. Pemakalah anggota ASIAN dan peserta   Rp. 200.000,-
2. Pemakalah non anggota Rp.250. 000,-
2. Pembayaran dapat di transfer melalui Bank  BNI kantor cabang Surakarta,  Rekening a.n. Titis Wulandari SE. No Rekening 0229417561

Pemakalah dan peserta dapat mendaftarkan diri melalui email : winartitik@yahoo.co.id atau Fax dengan nomor (0271) 857575.

FORMULIR PENDAFTARAN
Mohon didaftar sebagai Pesrta/ Pemakalah :
Nama Lengkap & Gelar : ……………………….
…………………………………………………..
Instansi : …………………………………………
Alamat : …………………………………………
……………………………………………………
Email: ……………………………………………
Telp/Fax :……………………………………………..
……………….,2011


​                        (Nama Peserta)
Kontak Person :
1. Kustini SPd      ( 085647479844)
2. Titis Wulandari   SE   ( 08122594625 )

Sekretariat :
Program Pascasarjana UNISRI
Jl. Sumpah Pemuda No. 18 Kadipiro
Surakarta. Telp/Fax : (0271) 857575

Note ;
* Dalam Konfirmasi

Download Lifleat SIMNAS ASIAN II

Seminar Nasional Dies Natalis FISIP Unsoed

Dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-26 FISIP UNSOED akan menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Mewujudkan Demokrasi yang Mensejahterakan di Indonesia“. Menurut Pembantu Dekan I FISIP UNSOED, Dr. Masrukin, seminar ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan memetakan permasalahan praktek penyelenggaraan demokrasi di Indonesia sekaligus mengeksplorasi ide-ide pengembangan model demokrasi yang mensejahterakan. Perhelatan ini akan digelar tanggal 1 Desember 2011 mendatang dengan menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Prof. Dr. Mochtar Pabottingi (LIPI), Dr. Irwansyah (UI) dan Ali Rokhman, Ph.D (UNSOED).

Ditambahkan Dr. Masrukin, dalam rilis yang diterima oleh Staf Ahli Kehumasan, dalam seminar ini juga akan diikuti 40 pemrasaran lain yang akan dipresentasikan secara pararel, khususnya tentang kaitan demokrasi dengan kearifan lokal, pengembangan sumberdaya pedesaan, pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya, tatakelola pemerintahan, media dan jejaring sosial serta kajian budaya. Pilihan ini diambil mengingat kerap munculnya pertanyaan, mengapa mengapa demokrasi yang berlangsung di Indonesia tidak paralel dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Memang pemilu misalnya, sebagai salah satu indikator demokrasi telah diselenggarakan secara berkala tidak hanya di level nasional namun juga sampai di tingkat lokal, akan tetapi rakyat belum merasakan manfaat nyatanya. Serentetan pemilu yang telah mereka ikuti selama ini (pilkades, pilkada, pilpres dan pileg) yang berbiaya besar dianggap hanya menyedot anggaran negara. Alih-alih mengalami peningkatan taraf hidup, pasca pemilu rakyat sepertinya justru semakin sengsara. Rezim demokratis yang dihasilkan tidak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Proficiat FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah ! (Wis)