Delegasi MAP Terbanyak dalam Simposium Nasional Ilmuwan Administrasi Negara

Dosen dan mahasiswa Program Magister Ilmu Administrasi (MAP) telah mengikuti Simposium Nasional Asosiasi Ilmuwan Adminsitrasi Negara (SIMNAS ASIAN) ke 2 yang telah berlangsung di Univesitas Slamet Riyadi Surakarta pada tanggal 10-12 Pebruari 2012. Simposium ini bertema ETIKA ADMINISTRASI NEGARA SEBAGAI FONDASI NEGARA YANG KUAT dibagi dalam tiga sub tema yakni reformasi birokrasi, kebijakan publik, dan manajemen potensi daerah. Program MAP mengirimkan delegasi dengan jumlah anggota terbanyak yakni 32 orang terdiri dari delapan orang staf pengajar dan 22 orang mahasiswa. Total paper  yang dipresentasikan dalam simposium tersebut sebanyak 70 paper sedangkan paper yang dipresentasikan oleh delegasi MAP sebanyak 22 paper. Sehingga simposium tersebut sangat terasa didominasi oleh peserta dari MAP Unsoed. Partisipasi dosen dan mahasiswa MAP dalam simposium nasional tersebut bukanlah yang pertama kali. Tahun kemarin juga telah mengirimkan dosen dan mahasiswanya menjadi pemakalah ke beberapa seminar nasional dan internasional, di antaranya seminar internasional di Ateneo de Manila University, Filipina. Keikutseertaan mahasiswa sebagai pemakalah dalam berbagai seminar ini menjadi nilai tambah tersendiri karena secara tidak langsung proses pembelajaran melibatkan para pakar dan kolega ilmuwan yang sebidang dari universitas lain baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan proses seperti ini diharapkan lulusan MAP tidak hanya menjadi jago kandang tapi siap bersaing secara global. Disamping keikutsertaan dalam seminar, program MAP juga telah menindaklanjuti Surat Edaran Dirjend Dikti mengenai kewajiban untuk publikasi tesis pada jurnal ilmiah nasional. Hal ini telah diputuskan dalam rapat Komisi Program Studi , mahasiswa yang mengajukan ujian tesis harus melampirkan dokumen yang menyebutkan bahwa tesis mahasiswa yang bersangkutan telah disubmit ke jurnal dan dinyatakan siap untuk dimuat. Semua langkah ini sebagai manifestasi penjaminan mutu program studi yang telah diberi kepercayaan oleh BAN-PT mendapatkan nilai akreditasi A.

MAP Unsoed Raih Akreditasi A

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNJOGJA.COM , PURWOKERTO – Program Studi S2 Magister Ilmu Administrasi (MAP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah mendapatkan nilai Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ketua Program Studi MAP, Dr Ali Rokhman MSi mengatakan keberhasilan tersebut merupakan kerjasama semua pihak dalam pengisian borang akreditasi maupun menghadapi visitasi Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

“Kami merasa senang dan bersyukur,” katanya Rabu (1/2/2012).

Ia menambahkan standar penilaian akreditasi meliputi tujuh unsur yakni  visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian,  sistem tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, kemahasiswaan dan lulusan, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, dan penelitian, pelayanan/pengabdian  kepada masyarakat, dan kerjasama. Tim Asesor BAN-PT data ke Unsoed untuk melakukan penilaian pada tanggal 1–2 Desember 2011 lalu.

“Kami juga dinilai berhasil melakukan kerjasama internasional dengan beberapa universitas,” lanjut Ali. Ia menambahkan, ada lima mahasiswa penerima beasiswa unggulan (BU) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengikuti program transfer kredit di University of Malaya, Malaysia. (*)

Penulis : Hanan Wiyoko     ||     Editor : Sulistiono
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.Selasa, Januari 31, 2012 | Posted by Editor

Magister Ilmu Administrasi Unsoed Raih Akreditasi A

PURWOKERTO – Program Studi S2 Magister Ilmu Administrasi (MAP) Fisip Unsoed Purwokerto mendapatkan nilai akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). ”Kami bersyukur dapat nilai A, berarti kerja kami bagus,” kata Dr Ali Rokhman MSi, kemarin.

Keberhasilan ini, menurutnya, berkat kerja sama semua pihak dalam pengisian borang akreditasi maupun dalam menghadapi visitasi Tim Asesor BAN-PT. Di samping itu karena staf pengajar program studi ini terdiri dari profesor dan doktor yang berkompeten di bidangnya.

Dia menjelaskan, proses akreditasi dimulai
dari pengisian borang akreditasi yang terdiri atas tujuh standar, visi, misi, tujuan, dan sasaran serta strategi pencapaian, sistem tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, kemahasiswaan, dan lulusan. Selain itu, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, dan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama.

”Kami juga dinilai berhasil melakukan kerja sama internasional dengan beberapa universitas di luar negeri baik kerja sama secara institusi maupun secara personal yang dilakukan oleh para staf pengajar, ” ujar Prof Dr Paulus Israwan, guru besar Fisip Unsoed, yang juga pendiri MAP.

Beasiswa Unggulan

MAP memberangkatkan lima mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan ke University of Malaya pada tanggal 9 September 2011. Mereka menjalani program transfer kredit nilai ujian di University of Malaya, Malaysia, selama satu semester, sebagai tindak lanjut dari kesepahaman program kerja sama antara Unsoed dan University of Malaya.

Adapun empat mahasiswa berangkat ke Filipina untuk mengikuti The 6th International Conference on Business and Management Research (ICBMR). Mereka membuat presentasi, dengan tema kebijakan dan manajemen pendidikan di Indoensia. Mereka mendapat beasiswa unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

http://koranwawasan.blogspot.com/2012/01/magister-ilmu-administrasi-unsoed-raih.html

[unsoed.ac.id, Sel, 31/1/12] Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Jenderal Soedirman mendapat akreditasi A dari BAN-PT, Januari 2012. Keberhasilan MAP UNSOED mendapatkan akreditasi A rupanya sangat dipengaruhi kekompakan semua pihak di MAP baik Pengelola, Dosen, alumni, maupun stakeholder, kelengkapan persyaratan borang yang disiapkan, serta kesiapan MAP pada saat visitasi.

Ketua Program MAP UNSOED, Ali Rokhman, Ph.D mengungkapkan bahwa proses akreditasi seperti biasa dilakukan dengan pengisian borang yaitu borang Prodi, borang pengelola, dan borang evaluasi diri beserta lampiran-lampirannya.  “Setelah pengisian borang baru ada kepastian dan layak untuk divisitasi oleh assesor” demikian kata Pak Ali Rokhman.  Keberhasilan akreditasi yang diraih MAP, sebagaimana disampaikan oleh Ali Rokhman, Ph.D sangat ditentukan oleh kekompakan dan dukungan berbagai pihak.  Pada saat assesor melakukan visitasi misalnya, alumni, stakeholder, bahkan dosen yang sedang menempuh pendidikanpun semuanya datang dan siap di MAP.  “Bahkan kami semua siap dalam penyambutan.  “Kita seperti sedang punya ‘gawe’ besar.  Kita mendapat informasi banyak dari Prof. Dr. Israwan Setyoko sehingga kita mengusahakan agar poinnya bisa empat di setiap hal yang maksimal” demikian lanjut Ali Rokhman, Ph.D

Dr. Slamet Rosyadi, salah seorang dosen MAP dikesempatan yang sama mengatakan bahwa faktor lain yang mungkin menjadikan MAP terakreditasi A adalah kerjasama luar negeri dan publikasi ilmiah.  Sebagaimana yang telah dilakukan, Mahasiswa MAP aktif mengikuti seminar internasional dan seminar nasional, tidak hanya itu, mahasiswa MAP UNSOED juga menjadi presenter bukan sekedar peserta.  “Terakhir beberapa waktu lalu 4 orang mahasiswa mengikuti Seminar Internasional di Manila, Filipina” demikian kata Dr. Slamet Rosyadi.  Mahasiswa MAP UNSOED dalam perkuliahannya juga diwajibkan untuk membaca buku dan jurnal internasional, disamping didukung untuk menulis di media masa.

Hal lain yang sangat menentukan dalam akreditasi MAP UNSOED adalah kesiapan semua lampiran borang.  Sekretaris MAP UNSOED, Drs Swastadharma, M.Si mengungkapkan bahwa pengumpulan semua syarat dilakukan secara maksimal, bahkan menghubungi sendiri pihak-pihak yang diperlukan.  Dokumen yang dibutuhkan terbagi menjadi sekitar 16an item.  “Kami pilah-pilah yang bisa kami kumpulkan dulu, dari yang termudah bahkan sampai yang tersulit” demikian ungkap Pak Swastadharma.  Pak Swastadharma dalam rangka pengumpulan dokumen tersebut bahkan tak segan-segan berangkat sendiri, bolak-balik sendiri mengurus semuanya.

Alumni MAP UNSOED juga sangat mendukung proses ini.  Tempat dan jarak yang jauh tak menghalangi mereka untuk datang pada saat visitasi akreditasi.  Hal ini terwujud karena hubungan dosen, pengelola, dan mahasiswa MAP sangat dekat hasil dari bukan saja kegiatan formal pembelajaran akan tetapi juga kegiatan-kegiatan informal.
Selamat MAP, UNSOED Maju Terus Pantang Menyerah! /hp

 

Komunikasi FISIP UNSOED Sukses Gelar Praktikum Teknik Kehumasan

Bila mahasiswa mengerjakan ujian akhir di ruang kelas boleh jadi merupakan sebuah pemandangan yang umum dijumpai, namun bila ujian akhir dalam bentuk penyelenggaraan sebuah event ? Beranjak dari komitmen untuk memastikan lulusannya menjadi sosok yang cerdas dan dapat diandalkan, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED melalui matakuliah Teknik Kehumasan menyelenggarakan  “Pesta Kreasi Anak – Bermain, Belajar, Berbudaya”  sebagai implementasi konten praktikum matakuliah ini.

Menurut dosen pengampu matakuliah, Mite Setiansah, M.Si terungkap, bahwa event adalah salah satu dari materi perkuliahan ini selain, press release, negoisasi, lobby serta sponsorship. “Dalam semiloka kehumasan yang diselenggarakan perhumas beberapa waktu silam, diidentifikasi bahwa freshgraduate kehumasan seringkali masih gagap dalam menyelenggarakan event. Oleh karenanya, kami dari Komunikasi UNSOED berusaha untuk menjawab kritik tersebut dalam bentuk  ujian praktikum penyelenggaraan event sebagai solusinya”, tutur Mite yang juga merupakan ketua jurusan ilmu komunikasi ini. Mite menambahkan, ternyata mahasiswa merasa lebih tertantang dan bersemangat untuk mengeksplorasi ide dan gagasan. Pada dasarnya, seluruh konsep kegiatan, baik tema maupun format acara, mereka sendiri yang merencanakan dan mengorganisasikannya. Dosen hanya berperan sebagai fasilitator dalam memberi gambaran, tips dan konsekuensi dari pilihan tema tersebut.

Dalam ujian akhir yang diikuti oleh mahasiswa pada peminatan kehumasan Angkatan 2009 ini, tema yang dipilih adalah bermain, belajar dan berbudaya. Pilihan tersebut dipilih, karena keprihatian saat melihat realitas bahwa saat ini permainan anak saat ini banyak yang kurang mengolah aspek psikomotorik dan nyaris tercerabut dengan akar budayanya. Acara yang sukses digelar pada Minggu (15/1) kemarin, berlangsung di Gedung Harmoni diikuti oleh para siswa TK dan SD se-Purwokerto & Banyumas. Dalam momen tersebut, anak-anak mengikuti kegiatan lomba mewarnai, mendongeng, peragaan busana serta diisi juga dengan talkshow dari psikolog serta stand alat permainan tradisional.

Proficiat Komunikasi FISIP UNSOED ! Maju Terus Pantang Menyerah! (Wis)